PROSES ENKAPSULASI MIKROBA LACTOBACILLUS SP. INAKTIF SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PUPUK KIMIA
...
Nama
Carissa Eilin Ardana
Perguruan Tinggi
Universitas Diponegoro

    Sektor pertanian Indonesia masih bergantung dengan pasokan pupuk kimia seperti urea, NPK dan ZA. Kebutuhan pupuk kimia di Indonesia mencapai 6 juta ton/tahun dan diprediksi akan terus meningkat. Hal ini akan berdampak pada sektor pertanian, dan sektor industri petrokimia sebagai produsen pupuk. Di bidang pertanian pemakaian pupuk kimia secara berlebihan dapat menimbulkan ketergantungan serta membawa dampak kurang baik pada komposisi organik tanah dan keseimbangan alam. Oleh karena itu, diperlukan sumber unsur hara lain yang lebih efektif serta aman bagi lingkungan. Salah satu cara alternatifnya dengan menggunakan pupuk hayati. Pupuk hayati merupakan pupuk yang menggunakan kemampuan mikroorganisme, bakteri atau jamur untuk memenuhi unsur hara makro tanaman. Di Indonesia, pengembangan pupuk hayati yang berfokus pada rekayasa mikroba belum banyak dilakukan. Namun, PT. Acidatama Tbk telah memaparkan riset pupuk hayati berbasis mikroba yang dapat membantu tanaman bertahan dalam kondisi cekaman lingkungan, yaitu PH-E cair yang mengandung jenis mikroba Lactobacillus sp. Produksi pupuk hayati mikroba Lactobacillus sp dapat dilakukan secara sederhana dan mampu menghasilkan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman serta berfungsi sebagai pengurai fosfat. Kajian karya ilmiah ini dilakukan melalui penelusuran pustaka hasil penelitian terbaru mengenai potensi penggunaan mikroba Lactobacillus sp sebagai pupuk hayati. Beberapa kajian penelitian mendemonstrasikan bahwa Lactobacillus sp berpotensi sebagai pupuk hayati Bio-SRF dan memproduksi senyawa PGPR penambat N yang bermanfaat untuk memperbaiki kesuburan tanah dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Oleh sebab itu, inovasi yang ditawarkan pada kajian ini adalah produksi pupuk super nutrisi melalui proses enkapsulasi mikroba Lactobacillus sp inaktif sebagai pengganti pupuk kimia.

Kata kunci: Lactobacillus sp, enkapsulasi, petrokimia, pupuk.   

back to top