INOVASI SMART AGRICULTURE UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PERTANIAN SMALL HOLDER DI INDONESIA
...
Nama
Intan Permatasari
Perguruan Tinggi
Universitas Gadjah Mada

Di Indonesia, pengelompokan petani berdasarkan pada luas lahan usahatani. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (2018), jumlah petani gurem (small holder) sebesar 15.809.398 petani atau setara dengan 58,07% di Indonesia. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa jumlah small holder lebih banyak dibandingkan dengan petani dengan luas lahan lebih dari 0,5 hektar. Tingginya angka small holder dapat memberikan manfaat yang baik bagi kebutuhan masyarakat Indonesia, hal ini dapat terpenuhi apabila petani tersebut dilatih dan diberdayakan dengan benar. Namun masih banyak permasalahan yang sering dihadapi mulai dari proses pertanian hingga keseluruhan proses bisnis pertanian. Pengoptimalisasi lahan yang sempit bisa dimaksimalkan sehingga hasil tanam yang diperoleh bisa maksimal dengan mengetahui varietas apa yang cocok ditanam di lahan tersebut. Sehingga petani perlu mempelajari jenis varietas yang ada. Petani perlu memahami secara jelas setiap proses yang dilakukan dalam menjalankan pertanian sehingga didapatkan hasil yang maksimal dan menghindari risiko yang terjadi akibat melakukan proses pertanian. Petani perlu memahami secara jelas setiap proses yang dilakukan dalam menjalankan pertanian sehingga didapatkan hasil yang maksimal dan menghindari risiko yang terjadi akibat melakukan proses pertanian. Untuk mengurangi risiko MSDs dapat menggunakan cultivator yang dimodifikasi dengan tinggi menggunakan dimensi antropometri yaitu sebesar 126,79 cm atau menggunakan traktor. Teknologi tersebut merupakan prasarana daerah atau desa yang dapat digunakan petani secara bergantian dengan sistem sewa dan biaya sewa dijadikan sebagai aset kelompok yang akan digunakan untuk maintenance alat. Kesejahteraan petani ditentukan dari setiap stakeholder yang berperan penting contohnya seperti pada pemerintahan yang mengatur segala kebijakan pertanian baik dari kualitas hasil pertanian yang dipasarkan, harga jual hasil tani, dan hal lainnya. Segala informasi terkait kebijakan dan lainnya perlunya diketahui oleh petani. Informasi ini akan lebih baik jika tersedia website atau saluran penyedia layanan informasi yang menampung semua informasi sehingga perlu dikembangkan dengan optimalisasi sosial media, website, ataupun aplikasi penunjang pertanian.

back to top