Sintesis Komposit Berbasis Biopolimer sebagai Bahan Pelapis Ramah Lingkungan Pelepasan Terkendali Pupuk Urea
...
Nama
Neng Tresna Umi Culsum
Perguruan Tinggi
ITB

Dewasa ini, efisiensi penggunaan pupuk yang rendah (sekitar 30−50%) karena pencucian atau penguapan dapat menunjukkan efisiensi ekonomi yang rendah dan menyebabkan beberapa masalah lingkungan, seperti polusi nitrat di air tanah.  Pelepasan pupuk yang terkendali dengan menggunakan bahan pelapis adalah teknik yang efektif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk. Pupuk secara perlahan melepaskan nutrisi agar sesuai dengan kebutuhan nutrisi tanaman dan untuk memastikan sinkronisasi dengan kebutuhan tanaman. Bahan pelapis berbasis bio yang murah, terbarukan dan ramah lingkungan seperti selulosa menarik perhatian untuk pelepasan pupuk yang terkendali. Salah satu material turunan selulosa yang menarik perhatian saat ini adalah cellulose nanocrystals (CNCs). Selain itu, penggunaan polimer penyerap air, terutama hidrogel sebagai bahan pelapis pupuk dapat meningkatkan sifat retensi air untuk pasokan air dan nutrisi yang berkelanjutan. Untuk dapat meningkatkan kapasitas dalam menahan air dari tanah, salah satu kandidat polimer superabsorben yang dapat digunakan adalah poli (asam akrilat) atau PAA. Metode penelitian terdiri dari sintesis CNCs, kemudian dilanjutkan dengan sintesis PAA@CNCs, pembuatan pupuk urea berlapis PAA@CNCs, dan uji coba pelepasan unsur hara N pupuk urea. Dengan memadukan keunggulan sifat dari CNCs dan PAA, diharapkan dapat mengoptimalkan pelepasan pupuk terkendali dan meminimalisir dampak negatif penggunaan pupuk terhadap lingkungan.

 

back to top