BIOROSTE (Biofertilizer Rose Waste): Inovasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Tanaman Mawar Terformulasi PGPR Plus Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Gunungsari Kota Batu
...
Nama
Ninda Rahayuningtyas
Perguruan Tinggi
Universitas Brawijaya

Tingginya permintaan konsumen terhadap bunga mawar menyebabkan petani bunga mawar Desa Gunungsari berusaha meningkatkan produktivitas tanaman bunga mawar tanpa mempertimbangkan limbah yang dihasilkan. Desa Gunungsari menghasilkan lebih dari 50 kg/hari limbah yang dihasilkan dari tanaman mawar (Donuisang, 2017). Hal ini berarti Desa Gunungsari menghasilkan limbah sebanyak 1500 kg atau 1,5 ton limbah bunga mawar setiap bulannya. Limbah bunga mawar tersebut pada umumnya dibakar, ditumpuk, dibenamkan dan dibuang begitu saja ke sungai oleh petani. Hal tersebut mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan. Limbah bunga mawar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Gunungsari menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang dikombinasikan dengan limbah dapur serta diperkaya dengan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Plus UB. PGPR plus UB telah teruji memiliki keunggulan tidak hanya sebagai pengurai bahan organik, juga dapat berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit (Yulia et al., 2019). Adapun tujuan penelitian ini diantaranya untuk mendapatkan formulasi terbaik Pupuk Organik Cair BIOROSTE sebagai pupuk organik cair yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman mawar serta untuk mengetahui efektivitas pemberian POC BIOROSTE dari limbah bunga mawar terhadap peningkatan produktivitas tanaman mawar. Tahapan penelitian meliputi pembuatan POC BIOROSTE, analisis kandungan POC BIOROSTE, dan uji efektivitas POC BIOROSTE dalam meningkatkan tanaman mawar. Inovasi POC BIOROSTE ini diharapkan dapat menggantikan penggunaan pupuk anorganik yang dapat meningkatkan produktivitas bunga mawar serta mendukung program pertanian organik di Desa Gunungsari.

 

back to top