Konsep Smart Berdikari City Sebagai Upaya Mengatasi Fluktuasi Harga Komoditas Hortikultura
...
Nama
Stefani Jessica Herlyana S.
Perguruan Tinggi
Universitas Jember

Fluktuasi harga di sektor pertanian menjadi hal yang wajar dialami dan dirasakan baik oleh petani sebagai produsen, maupun oleh konsumen. Komoditas hortikultura yang penanamannya sangat bergantung pada kondisi iklim kerap menjadi subsektor yang mengalami isu fluktuasi harga yang ekstrim sehingga perlu adanya sebuah modifikasi dari sistem yang telah terbentuk sebelumnya menjadi sebuah sistem yang mampu menjaga kestabilan harga komoditas ini dalam jangka panjang dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan baru. Konsep Smart Berdikari City diperlukan untuk menanggulangi permasalahan yang sudah ada selama bertahun-tahun ini. Konsep ini akan sangat membantu petani dan konsumen dalam hal kepastian harga, serta mampu memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam melakukan kontrol. Selain itu, konsep ini juga memberikan penambahan nilai yang merata bagi seluruh pelaku pasar. Mekanisme kerja dari konsep Smart Berdikari City ini dimulai dengan adanya penghimpunan data selama 1 hingga 2 tahun untuk dapat menemukan trend permintaan komoditas hortikultura sehingga dapat dipetakan penanamannya. Sistem ini dilengkapi dengan adanya kebijakan yang dibentuk dengan pemerintah sebagai penanggung jawab dan penyedia pasar, serta dibantu denggan adanya aplikasi Yuk Berdikari dalam pelaksanaannya. Inti dari adanya konsep ini adalah petani memproduksi komoditas hortikultura secara proporsional dan kontinyu yang didasarkan pada permintaan. Harapan dari adanya konsep Smart Berdikari City ini adalah tercapainya kesejahteraan bagi petani dan konsumen sehingga roda perekonomian di suatu wilayah dapat bergerak bersama-sama dan mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.

 

Kata Kunci : Fluktuasi Harga, Kestabilan Harga, Kesejahteraan

back to top