PENGEMBANGAN UREA SLOW RELEASE GREEN FERTILIZER BERBASIS KOMPOSIT NANOSELULOSA DAN POLIMER BIODEGRADABLE
...
Nama
Afrinal Firmanda
Perguruan Tinggi
Institut Pertanian Bogor

Kurangnya efisiensi pupuk urea ((NH2)2CO) dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan berimplikasi terhadap masalah biaya dan pencemaran lingkungan. Urea slow release green fertilizer merupakan inovasi pupuk urea laju lambat ramah lingkungan (eco-friendly) dan berkelanjutan (sustainability) yang dapat mengatasi permasalahan efisiensi pupuk. Pupuk ini diproduksi dengan mencangkokkan urea kedalam matriks polimer biodegradale (nanoselulosa, pati, alginat) berdasarkan metode pencampuran dan imersi menggunakan agen pengikat silang (CaCl2) dan/atau surfaktan. Pupuk berbentuk bead dan non-bead yang dilapisi dengan biopolimer tidak/kurang larut dalam air dikarakterisasi dengan Scanning Electron Microscope (SEM), Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), 3) X-Ray Diffraction (XRD), kekerasan (hardness), dan Modulus Young. Selain itu, pupuk juga diuji berdasarkan uji penyerapan air dan sineresis, rasio penahanan air tanah, retensi air di tanah, uji release dalam air, uji release dalam tanah, dan uji pada tanaman. Konsentrasi biopolimer, agen pengikat, dan pelapisan (coating) diperkirakan akan mengurangi laju pelepasan urea. Dampak inovasi dianalisis berdasarkan aspek tangible (finansial, bisnis, dan teknologi) dan intangible (lingkungan, ekonomi, sosial, kesehatan, budaya, dan biologis tanaman). Pengembangan inovasi urea slow release green fertilizer berbasis biokomposit nanoselulosa dan polimer biodegradable diharapkan mampu membuka peluang dan tantangan baru dalam menghasilkan inovasi pupuk nitrogen yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

back to top